Category: My Garage


Arti SOHC dan DOHC

Ketika pabrikan mobil dan motor meluncurkan produk baru, pada brosurnya selalu tertulis spesifikasi mesin yang digunakan. Umumnya tulisan yang dicantumkan adalah teknologi mesin seperti mesin SOHC, 4 silinder, 8 katup segaris atau DOHC, 4 silinder dan 16 katup.

Tentu timbul pertanyaan, apa itu SOHC dan DOHC? Kemudian mengapa mesin yang memiliki jumlah silinder sama bisa berbeda jumlah katupnya ?

Antara SOHC dengan DOHC memang memiliki perbedaan konsep yang besar. Kedua istilah tersebut berbicara mengenai mekanisme pergerakan katup. SOHC merupakan singkatan dari Single OverHead Camshaft, sedangkan DOHC adalah kepanjangan dari Double OverHead Camshaft. Terlihat dari dari kedua singkatan tersebut ada satu kata yang sama yaitu, camshaft atau noken as. Memang pada noken as inilah terletak perbedaan kedua teknologi tersebut.

Camshhaft atau noken as memiliki fungsi untuk membuka tutup katup isap dan katup buang. Katup isap bertugas untuk mengisap campuran bahan bakar udara ke dalam ruang bakar. Sebaliknya, katup buang memiliki tugas untuk menyalurkan sisa pembakaran ke knalpot.

Sebenarnya teknologi mekanisme katup tidak hanya SOHC dan DOHC, tetapi masih ada sistem lain yang disebut OHV (Over Head Valve). Mekanisme kerja katup ini sangat sederhana dan memiliki daya tahan tinggi. Penempatan camshaft-nya berada pada blok silinder yang dibantu valve lifter dan push rod diantara rocker arm.

Mekanisme OHV banyak dipakai oleh mesin diesel truk yang hanya membutuhkan torsi. Karena pengembangan teknologinya terbatas, sistem OHV sudah jarang digunakan lagi pada mesin bensin.

Para ahli otomotif terus berpikir untuk menciptakan sistem mekanisme katup baru. Mereka pun beralih ke model OverHead Camshaft (OHC) yang menempatkan noken as di atas kepala silinder. Noken as langsung menggerakkan rocker arm tanpa melalui lifter dan push rod. Camshaft digerakkan oleh poros engkol melalui rantai atau tali penggerak.

Tipe ini sedikit lebih rumit dibandingkan dengan OHV. Karena tidak menggunakan lifter dan push rod, bobot bagian yang bergerak menjadi berkurang. Ini membuat kemampuan mesin pada kecepatan tinggi cukup baik karena katup mampu membuka dan menutup lebih presisi pada kecepatan tinggi. OHC yang memakai noken as tunggal sebagai tempat penyimpanan katup isap dan buang sering disebut sebagai SOHC. Setiap noken as untuk setiap silinder hanya mampu menampung 2 katup, 1 isap, dan 1 buang. Oleh karena itu, mesin yang memiliki 4 silinder pasti hanya bisa memakai 8 katup.

Keinginan untuk membuat mesin yang lebih bertenaga dibandingkan model SOHC, mendorong lahirnya teknologi DOHC. Mesin DOHC mempunyai suara yang lebih halus dan performa mesin yang lebih baik dari pada SOHC karena masing-masing poros pada mesin DOHC memiliki fungsi berbeda untuk mengatur klep masuk dan buang. Sementara itu, pada mesin SOHC, satu poros sekaligus bertugas mengatur buka/tutup klep masuk/buang sehingga pembakaran yang terjadi pada mesin DOHC lebih maksimal dan akselerasi mobil bermesin DOHC menjadi lebih baik.

DOHC memakai dua noken as yang ditempatkan pada kepala silinder. Satu untuk menggerakkan katup isap dan satu lagi untuk menjalankan katup buang. Sistem buka tutup ini tidak memerlukan rocker arm sehingga proses kerja menjadi lebih presisi lagi pada putaran tinggi.

Konstruksi tipe ini sangat rumit dan memiliki kemampuan yang sangat tinggi dibandingkan dua teknologi lainnya. Mekanisme katup DOHC bisa dibagi menjadi dua model, yaitu single drive belt directly dan noken as intake (isap) yang digerakkan roda gigi.

Pada teknologi pertama, dua noken as digerakkan langsung dengan sebuah sabuk. Sedangkan pada model kedua, hanya salah satu noken as yang disambungkan dengan sabuk. Umumnya adalah bagian roda gigi katup intake. Antara roda gigi intake disambungkan dengan roda gigi exhaust (buang), sehingga katup exhaust akan turut bergerak pula.

Adanya dua batang noken as memungkinkan pabrikan untuk memasangkan teknologi multikatup dan katup variabel pada mesin DOHC. Dalam satu silinder bisa dipasang lebih dari satu katup. Saat ini umumnya pabrikan menggunakan model 2 katup isap dan 2 katup buang, sehingga mesin DOHC yang memiliki 4 silinder bisa memasang 16 katup sekaligus.

Sebenarnya mesin 4 langkah mempunyai 4 proses kerja, yaitu langkah isap, kompresi, usaha, dan buang. Tetapi bekerjanya katup hanya membutuhkan katup isap dan buang, karena sisa proses lainnya terjadi di ruang bakar. Mekanime pergerakan katup diatur sedemikian rupa sehingga noken as berputar satu kali untuk menggerakkan katup isap. Sedangkan untuk katup buang sebanyak 2 kali berputarnya poros engkol.

Gerakan “noken as”

Noken as membuka dan menutup katup sesuai timing yang telah diprogram. Noken as digerakkan oleh poros engkol dengan beberapa metode, yaitu timing gear, timing chain, dan timing belt. Metode timing gear digunakan pada mekanisme katup jenis mesin OHV yang letak sumbunya di dalam blok silinder. Timing gear umumnya menimbulkan bunyi yang besar dibandingkan model rantai (timing chain), sehingga mesin bensin OHV menjadi kurang populer dibandingkan model lainnya.

Model timing chain dipakai untuk mesin SOHC dan DOHC. Noken as digerakkan oleh rantai (timing chain) dan roda gigi sprocket sebagai ganti dari timing gear. Timing chain dan roda gigi sprocket dilumasi dengan oli.

Tegangan rantai diatur oleh chain tensioner. Vibrasi getaran rantai dicegah oleh chain vibration damper. Noken as yang digerakkan rantai hanya sedikit menimbulkan bunyi dibandingkan dengan timing gear, sehingga banyak diadopsi pabrikan.

Teknologi timing belt lahir dari kebutuhan akan mesin yang bersuara senyap. Model sabuk ini tidak menimbulkan bunyi kalau dibandingkan dengan rantai. Selain itu tidak memerlukan pelumasan dan penyetelan tegangan. Kelebihan lainnya adalah belt lebih ringan dibandingkan rantai. Belt penggerak dibuat dari fiberglass yang diperkuat karet sehingga memiliki daya regang yang baik. Belt juga tidak mudah meregang bila terjadi panas. Oleh karena itu, model belt kini banyak dipasang pada mesin modern.

Source:denet.hforum.biz

 

~hanya pembungkus kado~

 

.

Iklan

Noken as atau camshaft memang salah satu rahasia korekan motor 4tak. Namun harus dipahami dulu dasar mesin dan filosofi nya mengapa sampai harus melakukan custom noken as dari sebuah mesin. Berikut ini beberapa pengetahuan umum seputar noken as dan perhitungan LSA, sebelum memutuskan untuk bubut noken as motor kamu..

Pengertian LSA (Lobe Separation Angle)

Pengertian LSA (Lobe Separation Angle) : Adalah angka derajat jarak antara titik tengah pucuk bubungan lobe-in dan pucuk bubungan lobe-exhaust. Menurut pakarnya 4 tak dari Jogja yaitu Ibnu Sambodo tentu ga asing tuh namanya… Beliau bilang klo hanya bermodal kem mentah memudahkan mekanik mencari angka LSA makin ekstrem. Karena “bentuk kem bisa dibuat sesuai kebutuhan”. Angka LSA yang makin rendah juga mudah diraih, karena profil kem tidak terpatok. Mulai dari kepala, pinggang, sampai pantat, semua masih bs dibentuk ulang. Beda dengan bentuk kem standar yang mesti ditambal ulang kalau mau bentuk baru. Ilustrasi gampangnya kek orang tepos kalau mau terlihat bahenol musti ditambal tuh pake busa yang tebal.. heheheheh… Si Ibnu jg sanggup dengan mudah membuat smash ngibrit di MP dengan LSA 100° – 110° .

Teori Penting yang harus dipahami :

Makin rendah LSA, makin besar overlap. Pada putaran atas, komposisi ini sangat bagus. Efek tinggi overlap membuat pembilasan makin sempurna pada putaran atas, karena proses pembilasan terjadi pada saat overlap. Dimana semua klep sama2 membuka di TMA (Titik Mati Atas). LSA juga menentukan Power Band. “Meski durasi sama, LSA diubah maka karakter mesin jg ikut berubah. Makanya, untuk menyesuaikan trek, banyak yang ubah LSA meski durasi tetap” kata om Chia (suhu korek Suzuki top-1). Menurut pakde (Ibnu Sambodo) secara teori trek panjang butuh LSA rendah.

 

Hitung Overlap dan LSA :

Besar kecilnya overlap mudah dibaca dengan diagram kem. Daerah diagram yang mempertemukan klep in saat membuka dan out baru membuka, itulah overlap. Coba bro2 liat diagramnya aja deh….

 

Misal, kem in membuka di 25° sebelum TMA (Titik Mati Atas). Sedang kem out masih membuka sampai 30° sesudah TMA. Maka angka overlap adalah 25°+30°=55° .

Sementara, untuk menghitung LSA, Om Chia memberi rumus mudah.

Rumusnya :

((Durasi in / 2) – angka bukaan in) + (durasi exhaust / 2) – (angka tutup exhaust) / 2) = LSA.

Contoh:

durasi in 270° , bukaan in 25°, durasi exhaust 270° , tutup exhaust 30° . Maka LSA = ((270°/2) – 25°) + (270°/2)-30°) /2) = 110° + 105° = 215°/2 = 107,5° .

Jadi LSA= 107,5° .

nb: hanya pengetahuan umum.. 🙂 Untuk keberhasilannya sangat dibutuhkan ketekunan dalam bereksperimen serta penghitungannya demi mendapatkan LSA yang terbaik buat Epyu sesuai trek tentunya…

Source : Suzuki Satria FU150

~hanya pembungkus kado~

.

PENGECORAN LOGAM

Proses Pengecoran (casting) adalah salah satu teknik pembuatan produk dimana logam dicairkan dalam tungku peleburan kemudian dituangkan ke dalam rongga cetakan yang serupa dengan bentuk asli dari produk cor yang akan dibuat. Pengecoran juga dapat diartikan sebagai suatu proses manufaktur yang menggunakan logam cair dan cetakan untuk menghasilkan bagian-bagian dengan bentuk yang mendekati bentuk geometri akhir produk jadi. Proses pengecoran sendiri dibedakan menjadi dua macam, yaitu traditional casting (tradisional) dan non-traditional (nontradisional). Teknik tradisional terdiri atas:

1.    Sand-Mold Casting

2.    Dry-Sand Casting

3.    Shell-Mold Casting

4.    Full-Mold Casting

5.    Cement-Mold Casting

6.    Vacuum-Mold Casting

 

Sedangkan teknik non-traditional terbagi atas :

1.    High-Pressure Die Casting

2.    Permanent-Mold Casting

3.    Centrifugal Casting

4.    Plaster-Mold Casting

5.    Investment Casting

6.    Solid-Ceramic Casting

 

Ada 4 faktor yang berpengaruh atau merupakan ciri dari proses pengecoran, yaitu:

1.    Adanya aliran logam cair ke dalam rongga cetak

2.    Terjadi perpindahan panas selama pembekuan dan pendinginan dari logam dalam cetakan

3.    Pengaruh material cetakan

4.    Pembekuan logam dari kondisi cair

 

Klasifikasi pengecoran berdasarkan umur dari cetakan, ada pengecoran dengan sekali pakai (expendable mold) dan ada pengecoran dengan cetakan permanent (permanent mold). Cetakan pasir termasuk dalam expendable mold. Oleh karena hanya bisa digunakan satu kali pengecoran saja, setelah itu cetakan tersebut dirusak saat pengambilan benda coran. Dalam pembuatan cetakan, jenis-jenis pasir yang digunakan adalah pasir silika, pasir zircon atau pasir hijau. Sedangkan perekat antar butir-butir pasir dapat digunakan, bentonit, resin, furan atau air gelas. Secara umum cetakan harus memiliki bagian-bagian utama sebagai berikut :

cetakan pasir

  • Cavity (rongga cetakan), merupakan ruangan tempat logam cair yang dituangkan kedalam cetakan. Bentuk rongga ini sama dengan benda kerja yang akan dicor. Rongga cetakan dibuat dengan menggunakan pola.
  • Core (inti), fungsinya adalah membuat rongga pada benda coran. Inti dibuat terpisah dengan cetakan dan dirakit pada saat cetakan akan digunakan. o Gating sistem (sistem saluran masuk), merupakan saluran masuk kerongga cetakan dari saluran turun.
  • Sprue (Saluran turun), merupakan saluran masuk dari luar dengan posisi vertikal. Saluran ini juga dapat lebih dari satu, tergantung kecepatan penuangan yang diinginkan.
  • Pouring basin, merupakan lekukan pada cetakan yang fungsi utamanya adalah untuk mengurangi kecepatan logam cair masuk langsung dari ladle ke sprue. Kecepatan aliran logam yang tinggi dapat terjadi erosi pada sprue dan terbawanya kotoran-kotoran logam cair yang berasal dari tungku kerongga cetakan.
  • Raiser (penambah), merupakan cadangan logam cair yang berguna dalam mengisi kembali rongga cetakan bila terjadi penyusutan akibat solidifikasi.

 

Logam-logam yang dapat digunakan untuk melakukan proses pengecoran yaitu: Besi cor, besi cor putih, besi cor kelabu, besi cor maliable, besi cor nodular, baja cor dan lainlain. Peleburan logam merupakan aspek terpenting dalam operasi-operasi pengecoran karena berpengaruh langsung pada kualitas produk cor. Pada proses peleburan, mula-mula muatan yang terdiri dari logam, unsur-unsur paduan dan material lainnya seperti fluks dan unsur pembentuk terak dimasukkan kedalam tungku.

Fluks adalah senyawa inorganic yang dapat “membersihkan” logam cair dengan menghilangkan gas-gas yang ikut terlarut dan juga unsur-unsur pengotor (impurities). Fluks memiliki beberpa kegunaan yang tergantung pada logam yang dicairkan, seperti pada paduan alumunium terdapat cover fluxes (yang menghalangi oksidasi dipermukaan alumunium cair),. Cleaning fluxes, drossing fluxes, refining fluxes, dan wall cleaning fluxes. Tungku-tungku peleburan yang biasa digunakan dalam industri pengecoran logam adalah tungku busur listrik, tungku induksi, tungku krusibel, dan tungku kupola.

Source: http://wandiwahyudi.web.id

 

TINGKAT KEKENTALAN OLI

Apa yang anda pikirkan ketika anda ingin mengganti minyak pelumas mesin kendaraan anda, bingung?? ya sekarang ini banyak sekali merk minyak pelumas yang memberi penawaran. Mulai dari kandungan minyak pelumas tersebut dan juga kode-kode yang tertera pada tiap kemasannya. Bagi teman-teman yang bertanya-tanya tentang kode yang tertera pada kemasan oli/minyak pelumas  di pasaran seperti SAE15W-50 atau yang lainnya, mungkin ini akan sedikit memberi gambaran apa sich maksud dari kode-kode tersebut….?

Kode pengenal oli adalah berupa huruf SAE yang merupakan singkatan dari Society of Automotive Engineers. Selanjutnya angka yang mengikuti dibelakangnya, menunjukan tingkatan kekentalan oli tersebut. Sedangkan huruf W yang terdapat dibelakangnya angka awal, merupakan singkatan dari Winter. SAE 15W-50, berarti oli tersebut memiliki tingkat kekentalan SAE 10 untuk kondisi suhu dingin dan SAE 50 pada kondisi suhu panas. Dengan kondisi seperti ini, oli akan memberikan perlindungan optimal saat mesin start pada kondisi ekstrim sekalipun. Sementara itu dalam kondisi panas normal, idealnya oli akan bekerja pada kisaran angka kekentalan 40-50 menurut standar SAE.

Oli terdiri dari 2 jenis yaitu oli mineral dan oli synthetic. Dan untuk jenis synthetic memiliki beberapa keunggulan antara lain  lebih stabil pada temperatur tinggi (less volatile) sehingga kadar penguapan rendah. Juga mengontrol/mencegah terjadinya endapan karbon pada mesin, sirkulasi lebih lancar pada waktu start pagi hari/cuaca dingin. Melumasi dan melapisi metal lebih baik dan mencegah terjadi gesekan antar logam yang berakibat kerusakan mesin. Selain itu, tahan terhadap perubahan/oksidasi sehingga lebih ekonomis dan efisien. Mengurangi terjadinya gesekan, meningkatkan tenaga dan mesin lebih dingin serta mengandung ditergen yang lebih baik untuk membersihkan mesin dari kerak.

Jangan lupa sebaiknya pada saat memilih oli  teman-teman harus tahu betul karakter dari kendaraan kalian sendiri mulai dari spesifikasi mesin serta lingkungan dimana mayoritas anda berkendaraan (suhu, kelembaban udara, debu, dsbnya). Untuk itu, harus diperhatikan peruntukan pelumas, apakah digunakan untuk pelumas mesin bensin, atau diesel, 2 tak atau 4 tak, peralatan industri, dan sebagainya.

Sehingga fungsi dari oli sebagai pelumas, pembersih, penutup celah pada dinding mesin, dan sebagai fluida yang memindahkan panas ruang bakar  ke bagian lain mesin yang lebih dingin dapat berfungsi secara maksimal.

Okey…dan akhir kata, rawatlah mesin tungganganmu dengan menggunakan pelumas yang sesuai… ~_^

MESIN 2 LANGKAH
Disebut mesin 2 langkah karena  untuk menghasikan satu kali tenaga hanya memerlukan 2 kali langkah piston.

Siklus Kerja Mesin 2 Langkah
1. Piston bergerak dari TMB ke TMA

  • Saat langkah ini terjadi langkah hisap dan langkah kompresi, dimana saat piston bergerak keatas maka dibagian karter akan terjadi kevakuman sehingga bahan bakar akan tersedot masuk ke karter. Sementara itu dibagian atas piston setelah lubang tertutup akan terjadi langkah kompresi pembakaran (sekunder).

2. Piston bergerak dari TMA ke TMB

  • Dalam langkah kedua ini terjadi langkah usaha dan langkah buang. setelah terjadi kompresi sekunder maka terjadi pembakaran sehingga akan medorong piston kembali kebawah, terjadilah langkah usaha. Kemudian setelah lubang buang terbuka maka terjadi langkah buang dimana sisa pembakaran akan terbuang melalui kenalpot. Semakin piston turun kebawah maka diruang karter akan terjadi kompresi karter, dimana dengan adanya kompresi karter (primer) ini akan mendorong bahan bakar yang sudah ada di karteruntuk keluar kebagian atas piston melalui lubang trasfer. Bahan bakar yang keluar dari lubang transfer inilah yang nantinya akan dikompresi untuk pembakaran sekaligus digunakan untuk pembilasan/mendorong sisa-sisa pembakaran keluar pada langkah sebelumnya.

KOMPONEN KEPALA SILINDER MESIN 2 LANGKAH
Dalam mesin 2 langkah kepala silindernya hanya terdiri dari ruang bakar, yang dirinci umumnya terdiri dari :

  1. Squish Dome (kubah pembakaran) fungsinya sebagai tempat terjadinya pembakaran
  2. Sudut Squish, fungsinya sebagai penyearah supaya bahan bakar dapat lebih fokus menuju kubah pembakaran.
  3. Nat, fungsinya sebagai pengaman jarak antara permukaan piston dengan ruang bakar supaya tidak beradu saat piston di TMA.

~hanyapembungkuskado~

Note:  jangan lupa tinggalin kommentnya gan.., tinggal isi aja kolom kosong dibawah ini..,

Matur nuwun,,,

MESIN 4 LANGKAH
Mesin mesin 4 langkah didemonstrasikan pertama kali oleh Nikolaus Otto pada tahun 1876. Disebut mesin 4 langkah karena untuk menghasilkan satu kali tenaga memerlukan 4 kali langkah bolak-balik piston :

Siklus Kerja Masin 4 Langkah:

1.  Langkah Hisap

  • Piston bergerak dari TMA (titik mati atas) ke TMB (titik mati bawah).
  • Klep hisap dibuka
  • Campuran bahan bakar akan masuk dari karburato ke silinder/combustion chamber/ruang bakar.

2.  Langkah Kompresi

  • Piston bergerak dari TMB ke TMA
  • Kedua Klep posisi tertutup.
  • Bahan bakar akan dipadatkan/dikompresi diruang bakar, dan beberapa saat sebelum mencapai TMA busi memercikan api sebingga timbul pemakaran.

3.  Langkah Usaha

  • Karena dorongan pembakaran piston bergerak dari TMA ke TMB.
  • Kedua klep masih posisi tertutup
  • Gerakan piston kebawah akan dipergunakan untuk memutar krukas guna menggerakan mesin

4.  Langkah Buang

  • Piston bergerak dari TMB ke TMA
  • Klep buang terbuka
  • Sisa pembakaran akan terbuang melalui knalpot.

KOMPONEN KEPALA SILINDER MESIN 4 LANGKAH

1.  Noken As (chamshaft)

  • Fungsi            : Untuk mengatur kerja klep bisa bekerja dengan teratur.
  • Kerusakan    : Bagian pinggulan noken as mengalami keausan.
  • Akibat            : Timbul suara kasar/berisik pada kepala silinder.

2. Peletuk Klep (rocker arm)

  • Fungsi            : Sebagai perantara putaran noken as guna mengatur buka tutup klep.
  • Kerusakan    : Pada sepatu pelatulnya tealah terjadi keausan.
  • Akibat            : Timbul suara kasar/berisik pada kepala silinder.

3. Klep (valve)

  • Klep masuk    : untuk mengatur jalannya pemasukan bahan bakar dari karburator ke ruang bakar.
  • Klep buang     : untuk mengatur jalannya pembuangan sisa pembakaran menuju kenalpot.
  • Kerusakan      : payung klep tidak rata sehingga kompresi bocor, batang klep bengkok.
  • Akibat              : Mesin tidak bertenaga/kompresi bocor.

4. Oli Sil Klep

  • Fungsi            : sebagai pembatas agar oli yang melumasi bagian head silinder tidak masuk keruang bakar.
  • Kerusakan    : Sil pecah/karet sudah mati.
  • Akibat            : Dibagian kenalpot timbul asap putih.

5. Bos Klep

  • Fungsi             : Sebagai tempat jalur bergeraknya batang klep
  • Kerusakan     : Bos klep telah aus/longgar dengan batang klepnya
  • akibat              : Dibagian kenalpot akan timbul asap putih.

6. Per Klep

  • Fungsi            : Untuk mengembalikan posisi klep ke posisi semula setelah klep terbuka.
  • Kerusakan    : Per klep lemah.
  • Akibat            : Laju motor tersendat.

7. Topi dan kuku pengunci klep

  • Fungsi    : Untuk menahan per klep agar tidak lepas dan dapat bekerja dengan baik.
  • Kerusakan    : pada bagian ini jarang terjadi kerusakan, kalau ada kerusakan biasanya terjadi karena kecerobohan mekanik dalam pemasangan.

~hanyapembungkuskado~

Note:  jangan lupa tinggalin kommentnya gan.., tinggal isi aja kolom kosong dibawah ini..,

Matur nuwun,,,

Dewasa ini motor dengan sistem matic banyak membanjiri pasaran di indonesia, mulai dari pabrikan yamaha, honda, suzuki, dan masih banyak lagi. Bisa dibilang motor matic sangat memudahkan pengendaranya, karena pengoperasiannya tanpa menggunakan gigi transmisi, sehingga sangat amat memanjakan kaki pengemudinya. WOW!!! bagai mana mungkiiiiiin…..!?
Aha…! Bagi temen-temen yang bertanya-tanya “bagaimana sich sistem kerja dari mesin motor matic?” ini dia ulasannya, semoga bisa membantu menjawab semua pertanyaan kalian…

CVT (Continuous Variable Transmission)

CVT adalah sistem perpindahan kecepatan secara full otomatis sesuai dengan putaran mesin. sistem ini tidak memakai gigi transmisi, tetapi sebagai gantinya menggunakan 2 buah pulley (depan dan belakang) yang dihubungkan oleh sabuk (V-BELT) dengan sistem ini nantinya pengendara tidak perlu mengoperasikan perpindahan gigi sehingga lebih mudah. Hanya dengan memutar handle gas untuk  menambah kecepatan dan mengendurkan gas untuk mengurangi kecepatan.
Pulley depan berhubungan langsung dengan kruk as sedangkan pulley belakang berhubungan dengan final gear langsung ke roda belakang. Kedua pulley ini dapat melebar dan mengecil sehingga akan mendesak sabuk kearah luar. lebar kecilnya pulley depan tergantung dari putaran mesin berdasarkan gaya, sentrifugal, pulley belakang lebih kecilnya tergantung dari tarikan pulley depan.
Pada saat langsam posisi sabuk pulley depan kecil sedangkan pulley belakang besar, sehingga jika diibaratkan gigi maka perbandingannya ringan. Saat putaran menengah posisi sabuk pulley depan dan belakang sama besar, dan saat putaran tinggi sabuk pulley depan besar sedangkan sabuk pulley belakang kecil sehingga perbansingannya berat.
Keunggulan CVT ini selain pengoperasiannya mudah. perawatannya juga relatif murah. Yang perlu diperhatikan kondisi sabuk (V-BELT) harus selalu diperiksa setiap 20.000 km. Tergantung cara pemakaian dan kondisi medan jalan. Jika V-BELT sudah retak-retak atau memanjang maka sebaiknya diganti baru.

~hanyapembungkuskado~

Note:  jangan lupa tinggalin kommentnya gan.., tinggal isi aja kolom kosong dibawah ini..,

Matur nuwun,,,