HPK

Ternyata susah mengatur sebuah pikiran, kapan dia harus masuk dan kapan dia harus diam tersimpan tanpa pernah ingin memunculkannya kembali. Semua pikiran-pikiran itu kadang dapat muncul seenaknya saja, bahkan diwaktu yang tidak tepat. Sehingga dapat mempengaruhi pola hidup, kelakuan, sifat, dan juga tindakan dari seseorang.

Mulai dari yang pikiran positif ataupun negatif, yang dapat memberi semangat ataupun yang membuat putus asa. Yang membahagiakan ataupun yang membuat kita berduka.

Semua buah pikir benar adanya tercipta karena kita ingin melakukan sesuatu ataupun telah melakukan sesuatu, itulah yang membedakan antara “rencana” dan “pengalaman”. Walaupun menurutku “rencana” itu tak begitu berguna.  Menurutku istilah “rencana” itu baiknya diganti dengan istilah “tindakan” karena hanya dengan “tindakan“ kita dapat menghasilkan suatu wujud nyata, yang dapat dilihat dan dirasakan keberadaannya, dan dapat dipelajari lebih lanjut untuk diperbaiki ataupun dimaksimalkan “akibatnya“(hasilnya). Lain halnya dengan “rencana”, hanya menghasilkan buah pikiran yang maya tak tampak adanya. Orang jawa bilang “awang-awangen”.

“Otak yang berkerja tidak akan menghasilkan bentuk apa-apa, kecuali tangan yang mengerjakan….”

Kualitas dari pikiran kita juga dapat mempengaruhi kualitas individu tersebut, orang-orang berpikiran kecil dan sempit tak akan cepat berkembang, dan hanya akan membuat orang tersebut lari di tempat tanpa tahu hal lain yang lebih besar sudah menanti untuk dihampiri. Orang-orang yang berfikir semua hal yang besar akan bersifat lebih terbuka dan akan menerima banyak masukan dari berbagai referensi, sehingga lebih cepat berkembang dan lebih cepat bangkit ketika ia terjatuh.

Menurutku pikiran positif yang membahagiakan adalah pikiran yang paling baik untuk kita pelihara, karena hanya memikirkan hal yg membahagiakan bisa membuat kita bersemangat menjalani hari, membuat kita tersenyum ikhlas kepada orang-orang yang ada disekitar kita, bersifat terbuka, menyapa dan membalas sapaan dengan ramah dan banyak hal yang akan berpengaruh positif dalam diri kita, yang pasti akan sangat menyenangkan buat kita dan orang-orang yang ada disekitar kita.

Lain halnya jika kita memikirkan hal-hal yang membuat marah, sedih, gusar, bimbang, ataupun kekecewaan terhadap sesuatu. Itu hanya akan merugikan kita sendiri, putus asa, batin tertekan, menangis, perasaan bersalah, penyesalan yang berkepanjangan, monoton, tidak berkembang, merasa bodoh, gak berguna, pecundang, gak berarti akan sesuatu dan masih banyak lagi hal yang akan berdampak negatif buat kita. Uppsss…lupa, insomnia juga sebagai salah satu dampak yang paling kurasakan.., sungguh menyiksa!

Mulai dari sekarang mari kita delete hal-hal yang membuat kita berpikir tidak menyenangkan seperti yang aku sebutkan diatas, mulailah mengumpulkan file-file yang sudah buat kita buang waktu untuk memikirkan hal yang tidak berguna macam itu, file-file yang corrupted! kumpulkan dalam satu folder di hardisk dalam otak kita, kemudian mark folder tersebut selanjutnya tekan Shift+del (sehingga tak perlu lagi “empty recycle bin”). Tak perlu ragu untuk menghapus semua hal-hal yang membuat kita sakit otak, susah tidur, badan kurus karena memikirkannya. Buang jauh-jauh, bakar, dan hancurkan.

Setelah itu mulai mencari, mengingat, dan terbuka atas hal-hal apa saja yang membuat kita bahagia, walaupun itu hanya sebuah detail kecil yang kadang tidak kita perhatikan dan terlewatkan dari pandangan kita, pelihara hal menyenangkan tersebut, kembangkan dan perbanyak moment-moment indah yang membahagiakan bersamanya, persatukan dengan kita, sehingga kita dapat hidup sampai akhir hayat dengan yang membahagikan tersebut. AMIN.

Rasah angel-angel mikir manfaatke uripmu nggo nGolek seneng.

Urip seneng, Ati Ayem, awak lemu, ora kurang turu.., JOSSS!!!

 

~hanya pembungkus kado~