Archive for Oktober, 2010


THINK HAPPY!!

HPK

Ternyata susah mengatur sebuah pikiran, kapan dia harus masuk dan kapan dia harus diam tersimpan tanpa pernah ingin memunculkannya kembali. Semua pikiran-pikiran itu kadang dapat muncul seenaknya saja, bahkan diwaktu yang tidak tepat. Sehingga dapat mempengaruhi pola hidup, kelakuan, sifat, dan juga tindakan dari seseorang.

Mulai dari yang pikiran positif ataupun negatif, yang dapat memberi semangat ataupun yang membuat putus asa. Yang membahagiakan ataupun yang membuat kita berduka.

Semua buah pikir benar adanya tercipta karena kita ingin melakukan sesuatu ataupun telah melakukan sesuatu, itulah yang membedakan antara “rencana” dan “pengalaman”. Walaupun menurutku “rencana” itu tak begitu berguna.  Menurutku istilah “rencana” itu baiknya diganti dengan istilah “tindakan” karena hanya dengan “tindakan“ kita dapat menghasilkan suatu wujud nyata, yang dapat dilihat dan dirasakan keberadaannya, dan dapat dipelajari lebih lanjut untuk diperbaiki ataupun dimaksimalkan “akibatnya“(hasilnya). Lain halnya dengan “rencana”, hanya menghasilkan buah pikiran yang maya tak tampak adanya. Orang jawa bilang “awang-awangen”.

“Otak yang berkerja tidak akan menghasilkan bentuk apa-apa, kecuali tangan yang mengerjakan….”

Kualitas dari pikiran kita juga dapat mempengaruhi kualitas individu tersebut, orang-orang berpikiran kecil dan sempit tak akan cepat berkembang, dan hanya akan membuat orang tersebut lari di tempat tanpa tahu hal lain yang lebih besar sudah menanti untuk dihampiri. Orang-orang yang berfikir semua hal yang besar akan bersifat lebih terbuka dan akan menerima banyak masukan dari berbagai referensi, sehingga lebih cepat berkembang dan lebih cepat bangkit ketika ia terjatuh.

Menurutku pikiran positif yang membahagiakan adalah pikiran yang paling baik untuk kita pelihara, karena hanya memikirkan hal yg membahagiakan bisa membuat kita bersemangat menjalani hari, membuat kita tersenyum ikhlas kepada orang-orang yang ada disekitar kita, bersifat terbuka, menyapa dan membalas sapaan dengan ramah dan banyak hal yang akan berpengaruh positif dalam diri kita, yang pasti akan sangat menyenangkan buat kita dan orang-orang yang ada disekitar kita.

Lain halnya jika kita memikirkan hal-hal yang membuat marah, sedih, gusar, bimbang, ataupun kekecewaan terhadap sesuatu. Itu hanya akan merugikan kita sendiri, putus asa, batin tertekan, menangis, perasaan bersalah, penyesalan yang berkepanjangan, monoton, tidak berkembang, merasa bodoh, gak berguna, pecundang, gak berarti akan sesuatu dan masih banyak lagi hal yang akan berdampak negatif buat kita. Uppsss…lupa, insomnia juga sebagai salah satu dampak yang paling kurasakan.., sungguh menyiksa!

Mulai dari sekarang mari kita delete hal-hal yang membuat kita berpikir tidak menyenangkan seperti yang aku sebutkan diatas, mulailah mengumpulkan file-file yang sudah buat kita buang waktu untuk memikirkan hal yang tidak berguna macam itu, file-file yang corrupted! kumpulkan dalam satu folder di hardisk dalam otak kita, kemudian mark folder tersebut selanjutnya tekan Shift+del (sehingga tak perlu lagi “empty recycle bin”). Tak perlu ragu untuk menghapus semua hal-hal yang membuat kita sakit otak, susah tidur, badan kurus karena memikirkannya. Buang jauh-jauh, bakar, dan hancurkan.

Setelah itu mulai mencari, mengingat, dan terbuka atas hal-hal apa saja yang membuat kita bahagia, walaupun itu hanya sebuah detail kecil yang kadang tidak kita perhatikan dan terlewatkan dari pandangan kita, pelihara hal menyenangkan tersebut, kembangkan dan perbanyak moment-moment indah yang membahagiakan bersamanya, persatukan dengan kita, sehingga kita dapat hidup sampai akhir hayat dengan yang membahagikan tersebut. AMIN.

Rasah angel-angel mikir manfaatke uripmu nggo nGolek seneng.

Urip seneng, Ati Ayem, awak lemu, ora kurang turu.., JOSSS!!!

 

~hanya pembungkus kado~

Iklan

PENGECORAN LOGAM

Proses Pengecoran (casting) adalah salah satu teknik pembuatan produk dimana logam dicairkan dalam tungku peleburan kemudian dituangkan ke dalam rongga cetakan yang serupa dengan bentuk asli dari produk cor yang akan dibuat. Pengecoran juga dapat diartikan sebagai suatu proses manufaktur yang menggunakan logam cair dan cetakan untuk menghasilkan bagian-bagian dengan bentuk yang mendekati bentuk geometri akhir produk jadi. Proses pengecoran sendiri dibedakan menjadi dua macam, yaitu traditional casting (tradisional) dan non-traditional (nontradisional). Teknik tradisional terdiri atas:

1.    Sand-Mold Casting

2.    Dry-Sand Casting

3.    Shell-Mold Casting

4.    Full-Mold Casting

5.    Cement-Mold Casting

6.    Vacuum-Mold Casting

 

Sedangkan teknik non-traditional terbagi atas :

1.    High-Pressure Die Casting

2.    Permanent-Mold Casting

3.    Centrifugal Casting

4.    Plaster-Mold Casting

5.    Investment Casting

6.    Solid-Ceramic Casting

 

Ada 4 faktor yang berpengaruh atau merupakan ciri dari proses pengecoran, yaitu:

1.    Adanya aliran logam cair ke dalam rongga cetak

2.    Terjadi perpindahan panas selama pembekuan dan pendinginan dari logam dalam cetakan

3.    Pengaruh material cetakan

4.    Pembekuan logam dari kondisi cair

 

Klasifikasi pengecoran berdasarkan umur dari cetakan, ada pengecoran dengan sekali pakai (expendable mold) dan ada pengecoran dengan cetakan permanent (permanent mold). Cetakan pasir termasuk dalam expendable mold. Oleh karena hanya bisa digunakan satu kali pengecoran saja, setelah itu cetakan tersebut dirusak saat pengambilan benda coran. Dalam pembuatan cetakan, jenis-jenis pasir yang digunakan adalah pasir silika, pasir zircon atau pasir hijau. Sedangkan perekat antar butir-butir pasir dapat digunakan, bentonit, resin, furan atau air gelas. Secara umum cetakan harus memiliki bagian-bagian utama sebagai berikut :

cetakan pasir

  • Cavity (rongga cetakan), merupakan ruangan tempat logam cair yang dituangkan kedalam cetakan. Bentuk rongga ini sama dengan benda kerja yang akan dicor. Rongga cetakan dibuat dengan menggunakan pola.
  • Core (inti), fungsinya adalah membuat rongga pada benda coran. Inti dibuat terpisah dengan cetakan dan dirakit pada saat cetakan akan digunakan. o Gating sistem (sistem saluran masuk), merupakan saluran masuk kerongga cetakan dari saluran turun.
  • Sprue (Saluran turun), merupakan saluran masuk dari luar dengan posisi vertikal. Saluran ini juga dapat lebih dari satu, tergantung kecepatan penuangan yang diinginkan.
  • Pouring basin, merupakan lekukan pada cetakan yang fungsi utamanya adalah untuk mengurangi kecepatan logam cair masuk langsung dari ladle ke sprue. Kecepatan aliran logam yang tinggi dapat terjadi erosi pada sprue dan terbawanya kotoran-kotoran logam cair yang berasal dari tungku kerongga cetakan.
  • Raiser (penambah), merupakan cadangan logam cair yang berguna dalam mengisi kembali rongga cetakan bila terjadi penyusutan akibat solidifikasi.

 

Logam-logam yang dapat digunakan untuk melakukan proses pengecoran yaitu: Besi cor, besi cor putih, besi cor kelabu, besi cor maliable, besi cor nodular, baja cor dan lainlain. Peleburan logam merupakan aspek terpenting dalam operasi-operasi pengecoran karena berpengaruh langsung pada kualitas produk cor. Pada proses peleburan, mula-mula muatan yang terdiri dari logam, unsur-unsur paduan dan material lainnya seperti fluks dan unsur pembentuk terak dimasukkan kedalam tungku.

Fluks adalah senyawa inorganic yang dapat “membersihkan” logam cair dengan menghilangkan gas-gas yang ikut terlarut dan juga unsur-unsur pengotor (impurities). Fluks memiliki beberpa kegunaan yang tergantung pada logam yang dicairkan, seperti pada paduan alumunium terdapat cover fluxes (yang menghalangi oksidasi dipermukaan alumunium cair),. Cleaning fluxes, drossing fluxes, refining fluxes, dan wall cleaning fluxes. Tungku-tungku peleburan yang biasa digunakan dalam industri pengecoran logam adalah tungku busur listrik, tungku induksi, tungku krusibel, dan tungku kupola.

Source: http://wandiwahyudi.web.id

 

Kotamadya Yogyakarata

Kecamatan Pakualaman

55111 Gunung Ketur
55122 Purwokinanti

Kecamatan Gondomanan

55121 Prawirodirjan
55122 Ngupasan

Kecamatan Kraton

55131 Panembahan
55132 Kadipaten
55133 Patehan

Kecamatan Mantrijeron

55141 Suryodiningratan
55142 Gedong Kiwo
55143 Matrijeron

Kecamatan Mergangsan

55151 Wirogunan
55152 Keparakan
55153 Brontokusuman

Kecamatan Umbulharjo

55161 Pandean
55162 Sorosutan
55163 Giwangan
55164 Warungboto
55165 Muja-muju
55166 Semaki
55167 Tahunan

Kecamatan Kotagede

55171 Rejowinangun
55172 Prenggan
55173 Purbayan

Kecamatan Danurejan

55211 Bausasran
55212 Tegal panggung
55213 Suryatmajan

Kecamatan Gondokusuman

55221 Demangan
55222 Klitren Lor
55223 Terban
55224 Kota baru
55225 Baciro

Kecamatan Jetis

55231 Bumijo
55232 Gowongan
55233 Cokrodiningratan

Kecamatan Tegalrejo

55241 Karangwaru
55242 Kricak
55243 Bener
55244 Tegalrejo

Kecamatan Wirobrajan

55251 Patangpuluhan
55252 Wirobrajan
55253 Pakuncen

Kecamatan Gedong Tengen

55271 Sosromenduran
55272 Pringgokusuman

Kabupaten Sleman

55551 Kec. Turi
55552 Kec. Tempel
55561 Kec. Seyegan
55563 Kec. Moyudan
55264 Kec. Godean
55571 Kec. Kalasan
55572 Kec. Prambanan
55573 Kec. Berbah
55581 Kec. Ngaglik
55582 Kec. Pakem
55583 Kec. Cangkringan
55584 Kec. Ngemplak

Kecamatan Depok

55281 Caturtunggal
55282 Maguwoharjo
55283 Condongcatur

Kecamatan Mlati

55284 Sinduadi
55285 Sendangadi
55286 Tlogodadi
55287 Tirtoadi
55288 Sumberdadi

Kecamatan Gamping

55291 Trihanggo
55292 Nogotirto
55293 Banyuraden
55294 Ketawang
55295 Balecatur

Kota Sleman

Kecamatan Sleman

55511 Tridadi
55512 Pendowoharjo
55513 Trimulyo
55514 Triharjo
55515 Caturharjo

Kabupaten Bantul

55751 Kec. Pajangan
55752 Kec. Sedayu
55753 Kec. Pandak
55762 Kec. Srandakan
55763 Kec. Sanden
55764 Kec. Bambanglipuro
55771 Kec. Pundong
55772 Kec. Kretek
55781 Kec. Jetis
55782 Kec. Imogiri
55783 Kec. Dlingo
55791 Kec. Pleret
55792 Kec. Piyungan

Kecamatan Kasihan

55181 Tirtonirmolo
55182 Ngestiharjo
55183 Tamantirto
55184 Bangunjiwo

Kecamatan Sewon

55185 Pandowoharjo
55186 Timbulharjo
55187 Bangunharjo
55188 Panggungharjo

Kecamatan Banguntapan

55191 Tamanan
55192 Jagalan
55193 Singosaren
55194 Wirokerten
55195 Jambidan
55196 Potorono
55197 Baturetno
55198 Banguntapan

Kota Bantul

Kecamatan Bantul

55711 Bantul
55712 Ringinharjo
55713 Palbapang
55714 Trirenggo
55715 Sabdodadi

Kabupaten Kulon Progo

55651 Kec. Wates
55652 Kec. Pengasih
55653 Kec. Kokap
55654 Kec. Temon
55655 Kec. Panjatan
55661 Kec. Galur
55663 Kec. Lendah
55664 Kec. Sentolo
55671 Kec. Nanggulan
55672 Kec. Kalibawang
55673 Kec. Samigaluh
55674 Kec. Grirmulyo

Kota Wates

Kecamatan Wates

55611 Wates
55612 Giripeni

Kabupaten Gunung Kidul

55851 Kec. Wonosari
55852 Kec. Nglipar
55853 Kec. Ngawen
55854 Kec. Semin
55861 Kec. Playen
55862 Kec. Pathuk
55871 Kec. Palihan
55872 Kec. Panggang
55881 Kec. Tepus
55883 Kec. Rongkop
55891 Kec. Karangmojo
55892 Kec. Ponjong
55893 Kec. Semanu

Kota Wonosari

Kecamatan Wonosari

55811 Baleharjo
55812 Wonosari
55813 Kepek

 

Semoga bisa membantu, salam…, 🙂