Apa yang anda pikirkan ketika anda ingin mengganti minyak pelumas mesin kendaraan anda, bingung?? ya sekarang ini banyak sekali merk minyak pelumas yang memberi penawaran. Mulai dari kandungan minyak pelumas tersebut dan juga kode-kode yang tertera pada tiap kemasannya. Bagi teman-teman yang bertanya-tanya tentang kode yang tertera pada kemasan oli/minyak pelumas  di pasaran seperti SAE15W-50 atau yang lainnya, mungkin ini akan sedikit memberi gambaran apa sich maksud dari kode-kode tersebut….?

Kode pengenal oli adalah berupa huruf SAE yang merupakan singkatan dari Society of Automotive Engineers. Selanjutnya angka yang mengikuti dibelakangnya, menunjukan tingkatan kekentalan oli tersebut. Sedangkan huruf W yang terdapat dibelakangnya angka awal, merupakan singkatan dari Winter. SAE 15W-50, berarti oli tersebut memiliki tingkat kekentalan SAE 10 untuk kondisi suhu dingin dan SAE 50 pada kondisi suhu panas. Dengan kondisi seperti ini, oli akan memberikan perlindungan optimal saat mesin start pada kondisi ekstrim sekalipun. Sementara itu dalam kondisi panas normal, idealnya oli akan bekerja pada kisaran angka kekentalan 40-50 menurut standar SAE.

Oli terdiri dari 2 jenis yaitu oli mineral dan oli synthetic. Dan untuk jenis synthetic memiliki beberapa keunggulan antara lain  lebih stabil pada temperatur tinggi (less volatile) sehingga kadar penguapan rendah. Juga mengontrol/mencegah terjadinya endapan karbon pada mesin, sirkulasi lebih lancar pada waktu start pagi hari/cuaca dingin. Melumasi dan melapisi metal lebih baik dan mencegah terjadi gesekan antar logam yang berakibat kerusakan mesin. Selain itu, tahan terhadap perubahan/oksidasi sehingga lebih ekonomis dan efisien. Mengurangi terjadinya gesekan, meningkatkan tenaga dan mesin lebih dingin serta mengandung ditergen yang lebih baik untuk membersihkan mesin dari kerak.

Jangan lupa sebaiknya pada saat memilih oli  teman-teman harus tahu betul karakter dari kendaraan kalian sendiri mulai dari spesifikasi mesin serta lingkungan dimana mayoritas anda berkendaraan (suhu, kelembaban udara, debu, dsbnya). Untuk itu, harus diperhatikan peruntukan pelumas, apakah digunakan untuk pelumas mesin bensin, atau diesel, 2 tak atau 4 tak, peralatan industri, dan sebagainya.

Sehingga fungsi dari oli sebagai pelumas, pembersih, penutup celah pada dinding mesin, dan sebagai fluida yang memindahkan panas ruang bakar  ke bagian lain mesin yang lebih dingin dapat berfungsi secara maksimal.

Okey…dan akhir kata, rawatlah mesin tungganganmu dengan menggunakan pelumas yang sesuai… ~_^